rEn_D La Cetho
Minggu, 01 Mei 2011
Kamis, 31 Maret 2011
Mengolah data menjadi Informasi
Data merupakan bentuk mentah yang belum dapat bercerita banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data ditangkap sebagai input, diproses melalui suatu model membentuk informasi. Pemakai kemudian menerima informasi tersebut sebagai landasan untuk membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan operasional yang akan membuat sejumlah data baru.
Di dalam pengolahan data baik secara manual maupun dengan komputerisasi terdiri dari tiga tahapan dasar yaitu input, proses, output. Dan tiga tahapan dasar tersebut dapat dikembangkan menjadi :
a. Orginating-Recording (Pencatatan)
Tahapan ini berhubungan dengan proses pengumpulan data yang biasanya merupakan proses pencatatan (recording) data ke dokumen dasar atau formulir.
b. Classifiying (Klasifikasi)
Tahapan ini memberikan identitas atau pengklasifikasian dalam data yang akan diolah, apakah identifikasi tersebut dilakukan untuk satu kelompok atau beberapa kelompok dari data yang nantinya merupakan karakteristik dari data yang bersangkutan
c. Sorting (Penyusunan)
Setelah data–data yang akan diolah diberikan identifikasi seperti diatas, maka data tersebut mungkin perlu diatur atau disusun sedemikian rupa, contohnya diurutkan menurut kode klasifikasinya
d. Calculating (Perhitungan)
Disini data dimanipulasi seperti pelaksanaan perhitungan– perhitungan atau disebut Calculating
e. Summarizing (Penyusunan Laporan)
Untuk memungkinkan dilakukan analisa terhadap data atau informasi yang dihasilkan, diperlukan penyimpulan atau pembuatan rekapitulasi laporan sesuai dengan keinginan pemakai informasi
f. Storing (Penyimpanan)
Storing atau penyimpanan data dan informasi yang sejenis ke dalam file untuk referensi dimasa yang akan datang perlu dilakukan. Dan media penyimpanan ada beberapa macam, disesuaikan dengan metode dan peralatan yang dipakai dalam sistem pengolahan data, seperti disk, kartu, dokumen
g. Retrieving (Pencarian)
Di dalam file yang disimpan, pencarian data atau retrieving biasa digunakan dengan cara penyimpanannya, terutama jika pengolahan datanya menggunakan komputer
h. Communicating (Komunikasi )
Dalam proses pengolahan data menjadi informasi, sampai informasi tersebut dipakai oleh user. Diperlukan suatu komunikasi sehinnga mempermudah proses pengolahan data menjadi informasi
i. Reproducing (Penggandaan )
Untuk pengamanan apabila data hilang atau rusak, juga untuk keperluan perusahaan lainnya bisa dilakukan dengan penggandaan dengan menggunakan mesin photocopy, disk, magnetic tape
Di dalam pengolahan data baik secara manual maupun dengan komputerisasi terdiri dari tiga tahapan dasar yaitu input, proses, output. Dan tiga tahapan dasar tersebut dapat dikembangkan menjadi :
a. Orginating-Recording (Pencatatan)
Tahapan ini berhubungan dengan proses pengumpulan data yang biasanya merupakan proses pencatatan (recording) data ke dokumen dasar atau formulir.
b. Classifiying (Klasifikasi)
Tahapan ini memberikan identitas atau pengklasifikasian dalam data yang akan diolah, apakah identifikasi tersebut dilakukan untuk satu kelompok atau beberapa kelompok dari data yang nantinya merupakan karakteristik dari data yang bersangkutan
c. Sorting (Penyusunan)
Setelah data–data yang akan diolah diberikan identifikasi seperti diatas, maka data tersebut mungkin perlu diatur atau disusun sedemikian rupa, contohnya diurutkan menurut kode klasifikasinya
d. Calculating (Perhitungan)
Disini data dimanipulasi seperti pelaksanaan perhitungan– perhitungan atau disebut Calculating
e. Summarizing (Penyusunan Laporan)
Untuk memungkinkan dilakukan analisa terhadap data atau informasi yang dihasilkan, diperlukan penyimpulan atau pembuatan rekapitulasi laporan sesuai dengan keinginan pemakai informasi
f. Storing (Penyimpanan)
Storing atau penyimpanan data dan informasi yang sejenis ke dalam file untuk referensi dimasa yang akan datang perlu dilakukan. Dan media penyimpanan ada beberapa macam, disesuaikan dengan metode dan peralatan yang dipakai dalam sistem pengolahan data, seperti disk, kartu, dokumen
g. Retrieving (Pencarian)
Di dalam file yang disimpan, pencarian data atau retrieving biasa digunakan dengan cara penyimpanannya, terutama jika pengolahan datanya menggunakan komputer
h. Communicating (Komunikasi )
Dalam proses pengolahan data menjadi informasi, sampai informasi tersebut dipakai oleh user. Diperlukan suatu komunikasi sehinnga mempermudah proses pengolahan data menjadi informasi
i. Reproducing (Penggandaan )
Untuk pengamanan apabila data hilang atau rusak, juga untuk keperluan perusahaan lainnya bisa dilakukan dengan penggandaan dengan menggunakan mesin photocopy, disk, magnetic tape
Senin, 28 Maret 2011
cara membuat salam pembuka pada Blog
Apa kbar smuanya….
Kali ini rendy mw ngeshare ilmu lagi nich, tp ilmu ap ya???
yg jlas sich bkan ilmu hitam….hehehehhe…^__^…
Skarang rendy mw ngeshare msalah gimna crania bkin slam pmbuka pada blog…
berikut ini caranya :
1. Login ke Blog
2. Tata Letak -->> Elemen Halaman
3. Tambah Gatget -->> Pilih HTML/JavaScript
4. Copy kode dibawah ini ↓↓↓
var name = prompt("Selamat Datang Di rEn_D La Cetho", "Nama Anda "); alert("salam kenal ya "+name) alert("selamat browsing di blog saya, semoga Betah!")
5. Paste kan kode diatas kedalam Gadget HTML.
6. Simpan.
8. Selesai. Lihat hasilnya.
*catatan : huruf yang berwarna merah bisa di ganti dengan salam pembuka versi blog kalian apa aja dech terserah kmu…
semoga ilmu ini bermanfaat….
Kali ini rendy mw ngeshare ilmu lagi nich, tp ilmu ap ya???
yg jlas sich bkan ilmu hitam….hehehehhe…^__^…
Skarang rendy mw ngeshare msalah gimna crania bkin slam pmbuka pada blog…
berikut ini caranya :
1. Login ke Blog
2. Tata Letak -->> Elemen Halaman
3. Tambah Gatget -->> Pilih HTML/JavaScript
4. Copy kode dibawah ini ↓↓↓
var name = prompt("Selamat Datang Di rEn_D La Cetho", "Nama Anda "); alert("salam kenal ya "+name) alert("selamat browsing di blog saya, semoga Betah!")
5. Paste kan kode diatas kedalam Gadget HTML.
6. Simpan.
8. Selesai. Lihat hasilnya.
*catatan : huruf yang berwarna merah bisa di ganti dengan salam pembuka versi blog kalian apa aja dech terserah kmu…
semoga ilmu ini bermanfaat….
Senin, 07 Maret 2011
cara menhilangkan jerawat dengan Photoshop
MENGHILANGKAN JERAWAT DENGAN PHOTOSHOP
Disini kita akan mencoba menghilangkan jerawat dengan cepat dan mudah tanpa banyak biaya.
Langkah-langkahnya
1. Sediakan gambar yang akan diedit
2. Buka file gambar yang sudah kamu sediakan Klik pada Healing Brush Tool (dengan otomatis kursor akan berubah menjadi bentuk Lingkaran)
Posisi Healing Brush Tool pada jerawat
3. Atur diameter/besar lingkaran Healing dengan ukuran jerawat (untuk mengganti ukuran anda Klik Kanan pada layar kerja kemudian atur besar Diameternya)
Contoh:
Setting Healing Brush Tool
4. Tekan tombol Alt sampai kursor berubah seperti lambang SnapShot kemudian klik pada bagian wajah yang paling bersih atau tanpa jerawat (pilih pada bagian dengan kontras warna yang sama dengan bagian jerawat), lepas tombol Alt kemudian anda tinggal klik pada bagian wajah yang berjerawat hingga bersih.
Jerawat Hilang (dalam 7 menit - With Belajar-Grafis Miracle...)
5. Agar gambar lebih cerah atur contras warna dengan melakukan langkah sbb:
Pilih menu Image > Adjustments > Curves : ganti nilai input dan output
Sebagai rekomendasi ganti dengan * input : 99 *out put : 146 atau atur sesuai dengan selera anda.
Rekomendasi setting Hasilnya
Disini kita akan mencoba menghilangkan jerawat dengan cepat dan mudah tanpa banyak biaya.
Langkah-langkahnya
1. Sediakan gambar yang akan diedit
2. Buka file gambar yang sudah kamu sediakan Klik pada Healing Brush Tool (dengan otomatis kursor akan berubah menjadi bentuk Lingkaran)
Posisi Healing Brush Tool pada jerawat
3. Atur diameter/besar lingkaran Healing dengan ukuran jerawat (untuk mengganti ukuran anda Klik Kanan pada layar kerja kemudian atur besar Diameternya)
Contoh:
Setting Healing Brush Tool
4. Tekan tombol Alt sampai kursor berubah seperti lambang SnapShot kemudian klik pada bagian wajah yang paling bersih atau tanpa jerawat (pilih pada bagian dengan kontras warna yang sama dengan bagian jerawat), lepas tombol Alt kemudian anda tinggal klik pada bagian wajah yang berjerawat hingga bersih.
Jerawat Hilang (dalam 7 menit - With Belajar-Grafis Miracle...)
5. Agar gambar lebih cerah atur contras warna dengan melakukan langkah sbb:
Pilih menu Image > Adjustments > Curves : ganti nilai input dan output
Sebagai rekomendasi ganti dengan * input : 99 *out put : 146 atau atur sesuai dengan selera anda.
Rekomendasi setting Hasilnya
cara membuat foto menjadi kartun
Key, untuk para penggila photoshop, kali ini Rendy mau memberikan ilmu yang rendy pelajari secara sendiri yaitu edit foto menjadi kartun. Banyak teman yang bilang kok bisa sich foto kamu menjadi kartun? Yach rendy jawab aja itu karena sering-sering mencoba dan hasilnya hampir sempurna…….
Sebelumnya rendy mau memberikan info pada kalian yang mau mencoba, jgan lpa ya comentarnya….
Membuat foto kartun itu gampang-gampang susah. tergantung dari foto nya juga sebenernya. kalo fotonya high resolution hasil gambarnya bisa bagus. Tapi kalo resolusi nya yang agak low resolution bisa-bisa hasinya gak terlalu bagus. tapi tergantung kreatifitas kita juga sebenernya.
kita coba yu…………..
Sebenernya udah saya bikin tutorialnya laptop rendy di rumah, tapi hasilnya kurang memuaskan.. sekarang kita coba dan mungkin hasilnya bisa agak memuaskan.
1. Buka foto yang mau dibuat kartun.. lalu tekan ctrl + J untuk menduplikat.
2. Seleksi objek nya dengan pen Tool
3. Perbaiki kalo ada yang gak pas, pake direct selection tool
Make selection
5. Klik select > Inverse, lalu tekan Delete…ntar backgroundnya ilang
6. Duplikasi layer background lagi dengan menekan ctrl + j di layer background, lalu pindahkan layer hasil copy ke paling atas. klik layer background lagi. tekan CTRL + Backspace ( sebelumnya setting foreground dan background color jadi default : hitam putih , atau tekan tombol D ). Layer background jadi berwarna putih.
7. Duplikat layer 1 atau layer foto yang sudah gak ada background nya. lalu setting brightness Contras nya. ( klik Image > Adjusment > brightness Contras).
8. Setelah itu Klik Filter > Sketch > Stamp
9. Duplikat lagi layer yang udah pake efek stamp lalu klik Ctrl + Klik di layer nya.. tekan lagi CTRL + Backspace untuk membuat jadi putih.
10. Sekarang tukar posisi layer 1 copy 2 dengan layer dibawahnya. (Layer foto bayangan putih masih dalam keadaan terseleksi).
11. Klik Create New Fill di layer palette > Solid Color kalau saya menggunakan eed5a4.
12. Klik layer Outline , ubah layer efek nya menjadi Multiply
13. Tahap pertama selalsai, sekarang Sekarang kita buat Highlight atau garis-garis muka nya biar keliatan lebih real.
14. Ubah posisi layer 1 atau layer foto transparan menjadi di atas,
15. Klik filter > Blur > Gaussian Blur
16. Klik Filter > Artistic > cutout
17. Ubah layer efek nya menjadi Multiply dan opacity menjadi 50% bae yo….
18. Liat hasilnyo…
19. Trus klo dh slesai tnggal hapus bintik-bintik di muka dengan eraser tool.
20. Gunakan Brush tool untuk pewarnaan, warnai mata dan gigi dengan warna putih
21. Silahkan dicoba…………………….
5. Klik select > Inverse, lalu tekan Delete…ntar backgroundnya ilang
6. Duplikasi layer background lagi dengan menekan ctrl + j di layer background, lalu pindahkan layer hasil copy ke paling atas. klik layer background lagi. tekan CTRL + Backspace ( sebelumnya setting foreground dan background color jadi default : hitam putih , atau tekan tombol D ). Layer background jadi berwarna putih.
7. Duplikat layer 1 atau layer foto yang sudah gak ada background nya. lalu setting brightness Contras nya. ( klik Image > Adjusment > brightness Contras).
8. Setelah itu Klik Filter > Sketch > Stamp
9. Duplikat lagi layer yang udah pake efek stamp lalu klik Ctrl + Klik di layer nya.. tekan lagi CTRL + Backspace untuk membuat jadi putih.
10. Sekarang tukar posisi layer 1 copy 2 dengan layer dibawahnya. (Layer foto bayangan putih masih dalam keadaan terseleksi).
11. Klik Create New Fill di layer palette > Solid Color kalau saya menggunakan eed5a4.
12. Klik layer Outline , ubah layer efek nya menjadi Multiply
13. Tahap pertama selalsai, sekarang Sekarang kita buat Highlight atau garis-garis muka nya biar keliatan lebih real.
14. Ubah posisi layer 1 atau layer foto transparan menjadi di atas,
15. Klik filter > Blur > Gaussian Blur
16. Klik Filter > Artistic > cutout
17. Ubah layer efek nya menjadi Multiply dan opacity menjadi 50% bae yo….
18. Liat hasilnyo…
19. Trus klo dh slesai tnggal hapus bintik-bintik di muka dengan eraser tool.
20. Gunakan Brush tool untuk pewarnaan, warnai mata dan gigi dengan warna putih
21. Silahkan dicoba…………………….
Selasa, 30 November 2010
Jumat, 26 November 2010
Televisi, Perlukah Bagi Anak Dan Balita Anda?
Sadar atau tidak, dewasa ini stasiun televisi swasta semakin tumbuh berkembang dengan pesatnya, tidak hanya di perkotaan saja, namun di pedesaan mengalami dampak yang serupa. Sebagai orang tua, seberapa pentingkah mengenalkan televisi kepada anak dan balita anda dan apa saja yang para orang tua perlu ketahui dalam kaitannya dengan wacana ini?
Tidak dapat dipungkiri lagi, berdasarkan fakta yang ada hampir sebagian besar dari masyarakat Indonesia memiliki setidaknya satu unt televisi di rumah masing-masing. Terlebih lagi, kebanyakan dari kita mungkin dapat menghabiskan waktu untuk menonton acara televisi hampir lebih dari sepuluh jam atau bahkan lebih. Karena sungguh, televisi memang benar-benar dibutuhkan masyarakat untuk mendapatkan informasi dari seluruh pelosok tanah air. Mungkin para orang tua tidak memerlukan apa yang tengah diteliti oleh para ilmuwan tentang pengaruh televisi terhadap anak-anak kita, namun hal-hal berikut ini memang sudah sehasrunya para orang tua tahu:
• Banyak tayangan untuk anak di televisi menampilkan adegan kekerasan, vulgar, atau bahkan cenderung destruktif. Suatu ketika anda ikut menonton film kartun bersama anak atau balita anda, walaupun dikemas sebagai Film bergenre Kartun namun pada kenyataannya masih jauh seperti yang kita harapkan. Contohnya: Sponge Bob, Bugs Bunny, Shinchan dll. Potret realistis yang ada masih banyak menampilkan tindakan kekerasan yang lazimnya dilakukan orang dewasa seperti mencekik, memukul, menembak, membanting atau bahkan keinginan untuk menghancurkan lawan. Hal ini seolah hanya layaknya film untuk orang dewasa yang dikemas melalui kartun. Apabila program seperti ini terus menerus dikonsumsi oleh anak di tiap harinya, bukan tidak mungkin hal ini bakal meningkatkan kecenderungan seorang anak untuk berperilaku kasar di masa depannya.
• Pola berfikir anak-anak belumlah matang. Mereka masih belum dapat membedakan betul dan mengintepretasikan apa-apa yang mereka lihat di layar televisi layaknya kehidupan nyata. Contohnya: anak-anak terutama balita masih banyak yang menafsirkan bahwa karakter/tokoh yang mereka lihat di televisi adalah tokoh benar-benar hidup di dalam televisi mereka. Hal ini bisa memperburuk persepsi anak dan membingungkan mereka dalam mempelajari apa-apa yang nyata dan tidak nyata yang ada di dunia ini. Suatu ketika hal ini bisa menumbuhkan gambaran rasa takut, trauma, dan bahkan menjadikan hal yang dianggap berlawanan dari sudut pandang seorang anak. Untuk itulah orang tua benar-benar harus dapat memberikan dampingan dan penjelasan agar anak dan balita anda mengerti betul sesuai daya tangkap mereka.
• Menonton televisi bisa menjadikan seorang anak kecanduan atau adiktif. Semakin seorang anak sering menonton televisi, maka akan semakin besar pula keinginannya untuk melihat lagi. Pernakah anda perhatikan? seorang bayi pun suatu ketika benar-benar dibuat tidak mau memalingkan pandangan matanya dari layar kaca, terutama jika acara yang berlangsung sangat membuat dirinya penasaran dan ingin tahu. Bahkan ketika mereka mulai kecanduan, jika kita mematikan TV saat mereka masih asyik menonton bisa membuat mereka marah, menangis, atau bahkan ngambek juga. Anak yang menonton TV secara berlebih akan cenderung pasif dan secara alamiah akan kehilangan daya kreatifitas mereka. Waktu yang seharusnya bisa mereka gunakan untuk bermain, menjadi terbuang dihabiskan di depan layar televisi.
• Dan memang, kadangkala kita sebagai orang tua mulai menjadikan media TV sebagai "cara pintas" untuk membuat anak-anak merasa nyaman, gembira dan tidak menangis. Jika kita menggunakan jasa Baby-sitter atau pengasuh anak, terutama di kota besar, seringkali televisi seakan menjadi cara ampuh dalam melewati kesehari-harian tanpa suara rengekan dan tangisan. Cukup menyalakan program acara kartun atau menyalakan DVD maka anak akan dengan mudahnya terhipnotis dalam acara yang dilihatnya itu.
• Anak yang sering melihat TV dalam kesehariannya, secara berlebihan, akan sangat mungkin akan beresiko terkena obesitas, perkembangan sosial yang buruk, dan bahkan mungkin mempengaruhi perilakunya menjadi egois. Dalam kelanjutannya nanti di masa akan memasuki Playgroup atau ketika memasuki Taman Kanak-Kanak, secara emosional akan mudah murung, susah bersosialisasi, susah merespon dan menangkap pelajaran yang disampaikan bila dibandingkan mereka yang sedikit mengkonsumsi Televisi atau bahkan tidak sama sekali.
Jika kita bicara perlu atau tidaknya seorang anak dikenalkan kepada TV, mungkin akan berbeda sesuai dengan kebutuhan dan peran kita sebagai orang tua yang ternyata sangat berpengaruh besar pada perkembangan anak. Mungkin kita juga perlu memperhatikan sedikit tips yang dapat meminimalisir efek negatif yang mungkin terjadi dan memaksimalkan peran positif televisi untuk buah hati kita:
• Tunda dulu mengenalkan TV kepada balita anda sebisa mungkin. Ada baiknya jika menginjak sekitar usia dua tahun barulah anda mengenalkan si kecil pada televisi. Namun jika pada kenyataannya, memang, tidak mungkin bisa melarang anak melihat TV, maka sebaiknya kita jeli betul memilih program acara untuk anak, juga membatasi waktu untuk menonton televisi atau bahkan membuatnya melupakan televisi di tiap harinya. Semakin sedikit waktu untuk televisi akan semakin baik, dan tujuan anda tercapai. Kalau perlu buat jadwal untuk melihat TV, misalnya 30 menit atau sejam perhari, atau untuk acara favoritnya saja, sehingga kita tidak akan menyalakan TV terlalu sering buat buah hati kita.
• Untuk lebih baiknya anda sempatkan dulu untuk menonton acara di TV sebelum anda membolahkan anak-anak anda melihatnya. Walaupun acara untuk anak disengaja untuk memberikan pesan moral yang baik kepada kita, namun lebih baiknya kita memberikan pengertian yang cukup pada anak. Juga, secara kontinyu memberikan dampingan atau ikut melihat bersama anak/balita anda, karena memang ditemukan banyak sekali acara TV yang tak sesuai dengan porsi anak-anak, terutama tentang kekerasan.
• Beri perhatian lebih terhadap iklan yang muncul di TV. Karena pada suatu saat iklan pun juga memberi pengaruh besar kepada anak untuk menjadi terbiasa menirukan apa yang ada di iklan tersebut.
• Pilihlah program acara yang benar-benar untuk anak, yang dapat membantu meningkatkan daya kreatifitas dan imajinya. Bagi kita mungkin akan sangat terasa membosankan dalam waktu yang mungkin lama pula dengan mengikuti apa yang diinginkannya. Tetapi hal yang terpenting, lihatlah seolah kita melakukannya dari sudut pandang seorang anak.
• Jika memang dirasa perlu, lengkapilah koleksi VCD atau DVD anda dengan program untuk anak yang mendidik. Jadi jika kapanpun anda inginkan, anda dapat mengarahkan anak-anak untuk melihat program untuk anak yang sudah terjadwal, kapanpun mau melihatnya. Sehingga, dapat menjauhkan anak dari melihat acara-acara TV yang tidak perlu.
Sekali lagi dampingilah putra-putri anda menonton TV, jadi anda dapat melihat apa reaksi langsung dari anak dan balita anda. Ajukan pertanyaan kalau perlu, dan ikut mendiskusikan juga dengan mereka. Buatlah satu keputusan tepat tentang bagaimana anda sebagai seorang Orang tua menggunakan Televisi secara bijak terhadap keluarga anda, jangan memposisikan wacana ini hanya karena terpaksa atau kebetulan semata.
Tidak dapat dipungkiri lagi, berdasarkan fakta yang ada hampir sebagian besar dari masyarakat Indonesia memiliki setidaknya satu unt televisi di rumah masing-masing. Terlebih lagi, kebanyakan dari kita mungkin dapat menghabiskan waktu untuk menonton acara televisi hampir lebih dari sepuluh jam atau bahkan lebih. Karena sungguh, televisi memang benar-benar dibutuhkan masyarakat untuk mendapatkan informasi dari seluruh pelosok tanah air. Mungkin para orang tua tidak memerlukan apa yang tengah diteliti oleh para ilmuwan tentang pengaruh televisi terhadap anak-anak kita, namun hal-hal berikut ini memang sudah sehasrunya para orang tua tahu:
• Banyak tayangan untuk anak di televisi menampilkan adegan kekerasan, vulgar, atau bahkan cenderung destruktif. Suatu ketika anda ikut menonton film kartun bersama anak atau balita anda, walaupun dikemas sebagai Film bergenre Kartun namun pada kenyataannya masih jauh seperti yang kita harapkan. Contohnya: Sponge Bob, Bugs Bunny, Shinchan dll. Potret realistis yang ada masih banyak menampilkan tindakan kekerasan yang lazimnya dilakukan orang dewasa seperti mencekik, memukul, menembak, membanting atau bahkan keinginan untuk menghancurkan lawan. Hal ini seolah hanya layaknya film untuk orang dewasa yang dikemas melalui kartun. Apabila program seperti ini terus menerus dikonsumsi oleh anak di tiap harinya, bukan tidak mungkin hal ini bakal meningkatkan kecenderungan seorang anak untuk berperilaku kasar di masa depannya.
• Pola berfikir anak-anak belumlah matang. Mereka masih belum dapat membedakan betul dan mengintepretasikan apa-apa yang mereka lihat di layar televisi layaknya kehidupan nyata. Contohnya: anak-anak terutama balita masih banyak yang menafsirkan bahwa karakter/tokoh yang mereka lihat di televisi adalah tokoh benar-benar hidup di dalam televisi mereka. Hal ini bisa memperburuk persepsi anak dan membingungkan mereka dalam mempelajari apa-apa yang nyata dan tidak nyata yang ada di dunia ini. Suatu ketika hal ini bisa menumbuhkan gambaran rasa takut, trauma, dan bahkan menjadikan hal yang dianggap berlawanan dari sudut pandang seorang anak. Untuk itulah orang tua benar-benar harus dapat memberikan dampingan dan penjelasan agar anak dan balita anda mengerti betul sesuai daya tangkap mereka.
• Menonton televisi bisa menjadikan seorang anak kecanduan atau adiktif. Semakin seorang anak sering menonton televisi, maka akan semakin besar pula keinginannya untuk melihat lagi. Pernakah anda perhatikan? seorang bayi pun suatu ketika benar-benar dibuat tidak mau memalingkan pandangan matanya dari layar kaca, terutama jika acara yang berlangsung sangat membuat dirinya penasaran dan ingin tahu. Bahkan ketika mereka mulai kecanduan, jika kita mematikan TV saat mereka masih asyik menonton bisa membuat mereka marah, menangis, atau bahkan ngambek juga. Anak yang menonton TV secara berlebih akan cenderung pasif dan secara alamiah akan kehilangan daya kreatifitas mereka. Waktu yang seharusnya bisa mereka gunakan untuk bermain, menjadi terbuang dihabiskan di depan layar televisi.
• Dan memang, kadangkala kita sebagai orang tua mulai menjadikan media TV sebagai "cara pintas" untuk membuat anak-anak merasa nyaman, gembira dan tidak menangis. Jika kita menggunakan jasa Baby-sitter atau pengasuh anak, terutama di kota besar, seringkali televisi seakan menjadi cara ampuh dalam melewati kesehari-harian tanpa suara rengekan dan tangisan. Cukup menyalakan program acara kartun atau menyalakan DVD maka anak akan dengan mudahnya terhipnotis dalam acara yang dilihatnya itu.
• Anak yang sering melihat TV dalam kesehariannya, secara berlebihan, akan sangat mungkin akan beresiko terkena obesitas, perkembangan sosial yang buruk, dan bahkan mungkin mempengaruhi perilakunya menjadi egois. Dalam kelanjutannya nanti di masa akan memasuki Playgroup atau ketika memasuki Taman Kanak-Kanak, secara emosional akan mudah murung, susah bersosialisasi, susah merespon dan menangkap pelajaran yang disampaikan bila dibandingkan mereka yang sedikit mengkonsumsi Televisi atau bahkan tidak sama sekali.
Jika kita bicara perlu atau tidaknya seorang anak dikenalkan kepada TV, mungkin akan berbeda sesuai dengan kebutuhan dan peran kita sebagai orang tua yang ternyata sangat berpengaruh besar pada perkembangan anak. Mungkin kita juga perlu memperhatikan sedikit tips yang dapat meminimalisir efek negatif yang mungkin terjadi dan memaksimalkan peran positif televisi untuk buah hati kita:
• Tunda dulu mengenalkan TV kepada balita anda sebisa mungkin. Ada baiknya jika menginjak sekitar usia dua tahun barulah anda mengenalkan si kecil pada televisi. Namun jika pada kenyataannya, memang, tidak mungkin bisa melarang anak melihat TV, maka sebaiknya kita jeli betul memilih program acara untuk anak, juga membatasi waktu untuk menonton televisi atau bahkan membuatnya melupakan televisi di tiap harinya. Semakin sedikit waktu untuk televisi akan semakin baik, dan tujuan anda tercapai. Kalau perlu buat jadwal untuk melihat TV, misalnya 30 menit atau sejam perhari, atau untuk acara favoritnya saja, sehingga kita tidak akan menyalakan TV terlalu sering buat buah hati kita.
• Untuk lebih baiknya anda sempatkan dulu untuk menonton acara di TV sebelum anda membolahkan anak-anak anda melihatnya. Walaupun acara untuk anak disengaja untuk memberikan pesan moral yang baik kepada kita, namun lebih baiknya kita memberikan pengertian yang cukup pada anak. Juga, secara kontinyu memberikan dampingan atau ikut melihat bersama anak/balita anda, karena memang ditemukan banyak sekali acara TV yang tak sesuai dengan porsi anak-anak, terutama tentang kekerasan.
• Beri perhatian lebih terhadap iklan yang muncul di TV. Karena pada suatu saat iklan pun juga memberi pengaruh besar kepada anak untuk menjadi terbiasa menirukan apa yang ada di iklan tersebut.
• Pilihlah program acara yang benar-benar untuk anak, yang dapat membantu meningkatkan daya kreatifitas dan imajinya. Bagi kita mungkin akan sangat terasa membosankan dalam waktu yang mungkin lama pula dengan mengikuti apa yang diinginkannya. Tetapi hal yang terpenting, lihatlah seolah kita melakukannya dari sudut pandang seorang anak.
• Jika memang dirasa perlu, lengkapilah koleksi VCD atau DVD anda dengan program untuk anak yang mendidik. Jadi jika kapanpun anda inginkan, anda dapat mengarahkan anak-anak untuk melihat program untuk anak yang sudah terjadwal, kapanpun mau melihatnya. Sehingga, dapat menjauhkan anak dari melihat acara-acara TV yang tidak perlu.
Sekali lagi dampingilah putra-putri anda menonton TV, jadi anda dapat melihat apa reaksi langsung dari anak dan balita anda. Ajukan pertanyaan kalau perlu, dan ikut mendiskusikan juga dengan mereka. Buatlah satu keputusan tepat tentang bagaimana anda sebagai seorang Orang tua menggunakan Televisi secara bijak terhadap keluarga anda, jangan memposisikan wacana ini hanya karena terpaksa atau kebetulan semata.
Langganan:
Postingan (Atom)

