A. Langkah Pengembangan Program Audio
Agar Program berhasil dan sesuai dengan apa yang diharapkan maka perlu kita persiapkan naskah program dengan baik. Hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam menulis naskah program adalah :
1. Perencanaan
a. Pemilihan topic program
b. Menganalis sasaran audience
c. Merumuskan tujuan
d. Menetukan pokok-pokok materi
e. Menetukan format naskah
f. Mengambangkan treatment
g. Menulis naskah
2. Produksi
a. Mempelajari Naskah
b. Memperbanyak Naskah
c. Pemilihan pemain
d. Penyerahan naskah kepada pemain untuk di pelajari
e. Menghubungi studio
f. Memilih musik dan sound efek yang sesuai dengan naskah.
g. Latihan
a) Latihan kering / di luar studio tanpa peralatan
b) Latihan basa dengan peralatan yang diperlukan tetapi belum di rekam.
h. Perekaman
3. Revisi
B. STUDIO REKAM PROGRAM AUDIO
Sebuah studio pada dasarnya terdiri atas dua ruang yaitu Ruang Rekam dan Ruang Kontrol. Ruang rekam merupakan ruangan untuk diamana narator atau pemain membaca naskah dan ruang control merupakan tempat bekerjanya operator (mengoperasikan peralatan rekam) dengan didampingi oleh seorang sutradara atau prosedur yang bertanggung jawab atas jalannya proses perekaman sehingga dihasilkan sebuah master program audio.
Kedua ruangan ini dibatasi satu sama lain oleh sebuah dinding yang mempunyai jendela kaca dengan kontruksi khusus, sehingga diharapkan tidak ada kebocoran suara dari ruang control. Ruang rekam yang ideal adalah mampu meerduksi semaksimal mungkin gangguan dari suara-suara yang tidak diinginkan dari ruangan sehingga tidak mengganggu pada saat rekaman.untuk itu perlu di desain dan di buat ruang rekam dengan kontruksi baik dimana penggunaan dinding dengan kontruksi “Double Wall”.
Disamping itu perlu juga diperhatikan hal-hal yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan lokasi dan ruangan yang akan digunakan sebagai studio rekam, sebagai berikut :
1. Jangan terlalu dekat dengan jalan raya
2. Jangan terlalu dekat dengan lapangan terbang
3. Jangan terlalu dekat dengan pabrik
4. Jangan terlalu dekat dengan ruang reproduksi (percetakan)
5. Tidak bersebelahan dengan tangga antar lantai (jika bangunan bertingkat)
6. Tidak bersebelahan dengan kamar mandi ataupun Kamar Kecil.
C. SISTEM AKUSTIK RUANG REKAM
Pada dasarnya ada dua jenis suara yang dapat kita dengar setiap hari dan setiap saat pada berbagai keadaan dan tempat. Dua jenis suara tersebut dalam teknik audio adalah Wet Sound dan Dry Sound. Jenis suara wetsound ditemui apabila seseorang berbicara di sebuah ruangan kosong yang mempunyai dinding tembok, lantai ubin dan plafon asbes semen, maka suara orang tadi akan terdengar bergaung, sehingga kata-kata yang akan di ucapkannya tidak jelas. Berbeda apabila orang tersebut bernyayi, maka suaranya akan terdengar lebih baik daipada suara yang aslinya. Gaung tadi ditimbulkan oleh suara yang ditimbulkan oleh suara yang dikeluarkan, dipantulkan oleh permukaan dinding, lantai dan plafon. Yang keras. Suara jenis inilah disebut Wet Sound. Sedangkan suara yang kita dengar langsung dari sumber tanpa tambahan pantulannya disebut Dry Sound.
Dalam sebuah ruang rekam suara yang kita inginkan adalah gabungan kedua jenis suara tersebut. Oleh karena itu dalam ruang studio rekam perlu diberi system akustik yang dalam hal ini yang terutama bahan peredam (absorter) suara pada dinding, plafon maupun pada lantainya.
D. PENYIAR RADIO
Sehubungan dengan pengembangan program audio, hal yang penting juga diketahui adalah penyiar radio. Karena bagaimanapun bagusnya format program audio apabila penyiar radio itu sendiri tidak professional dan cakap maka efektifitas program itu tidak akan tercapai.
Syarat-syarat menjadi penyiar radio adalah sebagai berikut :
1. Pendidikan dan pengalaman hidup yang luas di tengah masyarakat.
2. Intelegensi
3. Rasa Humor
4. Sabar
5. Imajinasi
6. Antusiasme
7. Kerendahan hati yang tumbuh dari jiwa yang murni
8. kesanggupan bekerja sama dalam kelompok
Penyiar Radio tidak menekankan pencerminan keakuannya dan tidak pula perlu mengeluarkan suara seperti actor di panggung sehingga suaranya kedengaran jauh dibelakang. Cara atau gaya seorang penyiar haruslah ramah, tenang dan berkepribadian, namun dengan peralatan elekrtonik yang rumit pesan penyiar sanggup menjangkau jumlah pendengar.
E. PERALATAN AUDIO
Peralatan yang dipergunakan untuk menyajikan program audio ataupun untuk menerima siaran radio (program audio yang dipancarkan lewat pemancar radio), ada beberapa jenis. Masing-masing jenis dibuat untuk tujuan tertentu, baik untuk pemakaian ruangan yang sempit maupun untuk ruangan yag luas (kelompok Besar). Apabila dikelompokan maka peralatan penyaji program audio ataupun penerima siaran radio, ada dua kelompok yakni :
1. Radio perekam kaset audio (Radio Cassette recorder portable)
Radio perekam kaset audio ini menguntukan dalam pemakaian Karena bisa menerima siaran yang dipancarkan dari stasiun pemancar radio dan bisa digunakan untuk memutar program audio dalam bentuk kaset. Keuntungan lainnya ialah Radio perekam kaset audio ini bisa untuk merekam siaran radio yang sedang didengarkan, sehingga bisa diputar pada kesempatan yang lain apabila di butuhkan.
Radio perekam kaset audio ini pada umumnya mempunyai beberapa wilayah frequensi, antara lain :
FM : 87,5 -108 MHz
SW2 : 7,0 – 22MHz
SW 1 : 2,3 – 7,0MHz
MW : 530 – 1650MHz
Yang paling banyak digunakan di Indonesia ialah wilayah frekuensi MW dan SW1. Radio perekam kaset audio ini bisa menggunkan tenaga baterai 9V (DC) ataupun sumber listrik PLN 110/220 V.
2. Radio dan Perekam kaset audio dengan tambahan, penguat suara (amplifier) dan loudspeaker.
Untuk keperluan pemaiakain (penyajian program) di sebuah ruangan yang besar, maka diperlukan sebuah system tata suara yang mempunyai daya besar. Satu unit peralatan suara ini terdiri dari :
1) Peralatan Reproduksi Suara, yaitu :
Ø Tuner
Ø Open Real
Ø Perekam kaset audio
2) Peralatan penguat suara, yaitu :
Ø Amplifier
3) Peralatan pengeras suara, yaitu :
Ø Loudspeaker
3. Perekam Kaset AUDIO-SINKRON
Selain jenis kaset yang telah dibicarakan di depan, ada satu jenis cassette recorder yang khusus sibuat untuk kelengkapan penyajian film bingkai bersuara (Sound Slide) secara otomatis. Perekam kaset audio sinkron ini dilengkapi dengan head control sinyal, sehingga bisa menerima meneruskan perintah-perintah yang diberikan oleh pita (kaset ) lewat sinyal-sinyal yang telah sirekam sebelumnya dengan menggunakan synchrocerder ini pula, ke proyektor film bingkai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar